Peristiwa
isro wa mi’oj
oleh Hamba Allah jum’at 06 mei 2016
Ma’assirol
muslimin jama’ah jum’ah rohimakumullah
Marilah kita senantiasa meningkatkan taqwa kepada Allah SWT., yakni dengan menjalankan segala perintah-Nya dan juga menjahui segala larangan- larangan-Nya. Menjalankan perintah Allah baik yang bersifat wajib meupun yang bersifat sunnah. Menjauhi larangan- larangan-Nya baik yang bersifat haram atau yang makruh merupakan cermin kesempurnaan iman seseorang. Karena iman itu disamping harus tertanam dalam hati, diucapkan dengan lisan juga harus dibuktikan dengan amal perbuatan. Semoga kita tergolong orang-orang yang selamat dan bahagia hidupnya baik di dunia maupun di akhirat.
Marilah kita senantiasa meningkatkan taqwa kepada Allah SWT., yakni dengan menjalankan segala perintah-Nya dan juga menjahui segala larangan- larangan-Nya. Menjalankan perintah Allah baik yang bersifat wajib meupun yang bersifat sunnah. Menjauhi larangan- larangan-Nya baik yang bersifat haram atau yang makruh merupakan cermin kesempurnaan iman seseorang. Karena iman itu disamping harus tertanam dalam hati, diucapkan dengan lisan juga harus dibuktikan dengan amal perbuatan. Semoga kita tergolong orang-orang yang selamat dan bahagia hidupnya baik di dunia maupun di akhirat.
Hadirin, jamaah Jum’at yang rahimakumullah.
lebih dari 1400(seribu empat ratus tahun yang lalu) terjadi peristiwa besar , tepatnya tanggal 27 Rojab, 18 bulan sebelum Hijrah. Allah SWT memanggil seorang hamba pilihan-Nya, untuk menghadap kepada Allah SWT pemilik seluruh alam semesta untuk menerima perintah shalat lima waktu. Hamba pilihan itu,adalah rosulullah Muhammad SAW . Peristiwa tersebut tidak lain adalah meupakan ujian keimanan bagi kita semua, peristiwa tersebut dikenal dengan peristiwa ISRO’ MI’ROJ.
dan Pada tahun itu juga dikenal tahun duka cita (‘amul huzni), dimana beliau mengalami berbagai cobaan yang cukup berat seperti :
Kematian Abu Tholib, paman beliau yang mengasuh sejak kecil dan setelah diangkat menjadi nabi dan rasul pun senantiasa siap membantu dan membela bila terjadi serangan dari kaum kafir.
Tak lama kemudian disusul dengan kematian istri beliau, Sayyidatina Khodijah RA, seorang istri yang baik, orang yang pertama masuk Islam, yang bersedia mengorbankan harta bendanya demi kepentingan Islam dan senantiasa memberi motivasi dan menghibur Rasulullah SAW dalam menghadapi liku-liku perjuangan menegakkan agama Allah SWT.
Hadirin
jama’ah jumat rahimakumullah
Setelah kematian Abu Tholib dan Khodijah RA, Rasulullah Muhammad SAW hijrah ke Thoif dengan harapan agar mendapat dukungan dari penduduk di sana, karena kebetulan tiga kepala suku Thoif masih ada hubungan kerabat dengan beliau. Akan tetapi harapan itu hampa. Bahkan yang terjadi adalah sebalikna. Beliau diusir dari Thoif, dilempari batu hingga kaki dan kepalanya berlumuran darah.
Untuk itu, Allah menghibur Rasul-Nya dengan peristiwa Isra’ mi’raj, untuk ditunjukkan tanda-tanda kebesaran-Nya. Peristiwa besar ini diabadikan oleh Allah SWT dalam surat Al Isro’ ayat 1
Setelah kematian Abu Tholib dan Khodijah RA, Rasulullah Muhammad SAW hijrah ke Thoif dengan harapan agar mendapat dukungan dari penduduk di sana, karena kebetulan tiga kepala suku Thoif masih ada hubungan kerabat dengan beliau. Akan tetapi harapan itu hampa. Bahkan yang terjadi adalah sebalikna. Beliau diusir dari Thoif, dilempari batu hingga kaki dan kepalanya berlumuran darah.
Untuk itu, Allah menghibur Rasul-Nya dengan peristiwa Isra’ mi’raj, untuk ditunjukkan tanda-tanda kebesaran-Nya. Peristiwa besar ini diabadikan oleh Allah SWT dalam surat Al Isro’ ayat 1
Maha Suci Allah, yang Telah
memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil
Aqsha yang Telah kami berkahi sekelilingnyaagar(Vo) kami perlihatkan kepadanya
sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya dia adalah Maha
mendengar lagi Maha Mengetahui.( QS Al-israa 1)
[vo]
Maksudnya menurut mufasirin adalah Al Masjidil Aqsha dan daerah-daerah
sekitarnya dapat berkat dari Allah dengan diturunkan nabi-nabi di negeri itu
dan kesuburan tanahnya.
Hadirin
jama’ah jumah rahimakumullah
Isro’ mi’roj merupakan peristiwa besar dalam sejarah, dimana seorang hamba pilihan Allah, dengan kehendak Allah pula, dapat menempuh perjalanan yang amat jauh dan amat tinggi, dari Masjidil Haram di Mekkah, menuju ke Masjidil Aqsha di Palestina dengan kendaraan surga yang bernama buroq. Kemudian dari Masjidil Aqsha, beliau naik ke langit pertama sampai ketujuh, bahkan sampai tempat yang sangat tinggi, malaikat Jibril dan Mikail yang ditugaskan mendampingi beliau pun tidak sanggup naik ke sana. Tempat itu disebut Sidratul Muntaha. Perjalanan yang amat sangat jauh dan amat sangat tinggi sekali itu, hanya ditempuh dalam waktu setengah malam saja.
Bagaimana mungkin perjalanan yang begitu jauh dan tinggi, bisa ditempuh dalam waktu yang sangat singkat? Bagi kita, sebagai orang beriman, perjalanan itu sangat mungkin. Sebab, itu terjadi atas kehendak Allah SWT, bukan semata-mata keinginan Rasulullah SAW
Hadirin Jamaah Jum’ah Rohimakumulloh
Dalam peristiwa Mi’raj, Rasulullah SAW di tampakan oleh Allah SWT kejadian-kejadian aneh, sebagai cuplikan dan merupakan perumpamaan yang akan terjadi pada umat beliau. Diantara peristiwa itu adalah :
Beliau melewati seseorang nenek yang memanggil-manggil beliau. Lalu beliau bertanya kepada malaikat Jibril .Jibril siapakah nenek itu ? Jibril menjawab , Itu adalah perumpamaan umur dunia. Pada 14 abad yang lalu, umur dunia ini sudah tua seperti nenek-nenek, berarti sekarang ini umur dunia sudah sangat tua, kiamat sudah dekat, kehancuran alam semesta sudah di depan mata.
Beliau juga melihat seseorang yang sedang makan daging mentah dan busuk, padahal di hadapannya ada daging masak dan sedap baunya. Itu adalah perumpamaan orang yang sudah mempunyai istri atau suami, tapi dia masih mencari pasangan yang haram di luar rumah.
Beliau juga melihat beberapa orang yang sedang menuai atau memanen padi. Setiap selesai dipanen, padi itu tumbuh lagi, lalu dipanen lagi dan tumbuh lagi. Begitu seterusnya. Melihat peristiwa yang aneh itu, Rasulullah bertanya; wahai Jibril siapa mereka itu ? Jibril menjawab : Itu adalah perumpamaan umatmu yang infaq di jalan Allah. Hal itu juga digambarkan oleh Allah dalam surat Al Baqoroh ayat 261 :
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS.Al-Baqoroh 261)
Isro’ mi’roj merupakan peristiwa besar dalam sejarah, dimana seorang hamba pilihan Allah, dengan kehendak Allah pula, dapat menempuh perjalanan yang amat jauh dan amat tinggi, dari Masjidil Haram di Mekkah, menuju ke Masjidil Aqsha di Palestina dengan kendaraan surga yang bernama buroq. Kemudian dari Masjidil Aqsha, beliau naik ke langit pertama sampai ketujuh, bahkan sampai tempat yang sangat tinggi, malaikat Jibril dan Mikail yang ditugaskan mendampingi beliau pun tidak sanggup naik ke sana. Tempat itu disebut Sidratul Muntaha. Perjalanan yang amat sangat jauh dan amat sangat tinggi sekali itu, hanya ditempuh dalam waktu setengah malam saja.
Bagaimana mungkin perjalanan yang begitu jauh dan tinggi, bisa ditempuh dalam waktu yang sangat singkat? Bagi kita, sebagai orang beriman, perjalanan itu sangat mungkin. Sebab, itu terjadi atas kehendak Allah SWT, bukan semata-mata keinginan Rasulullah SAW
Hadirin Jamaah Jum’ah Rohimakumulloh
Dalam peristiwa Mi’raj, Rasulullah SAW di tampakan oleh Allah SWT kejadian-kejadian aneh, sebagai cuplikan dan merupakan perumpamaan yang akan terjadi pada umat beliau. Diantara peristiwa itu adalah :
Beliau melewati seseorang nenek yang memanggil-manggil beliau. Lalu beliau bertanya kepada malaikat Jibril .Jibril siapakah nenek itu ? Jibril menjawab , Itu adalah perumpamaan umur dunia. Pada 14 abad yang lalu, umur dunia ini sudah tua seperti nenek-nenek, berarti sekarang ini umur dunia sudah sangat tua, kiamat sudah dekat, kehancuran alam semesta sudah di depan mata.
Beliau juga melihat seseorang yang sedang makan daging mentah dan busuk, padahal di hadapannya ada daging masak dan sedap baunya. Itu adalah perumpamaan orang yang sudah mempunyai istri atau suami, tapi dia masih mencari pasangan yang haram di luar rumah.
Beliau juga melihat beberapa orang yang sedang menuai atau memanen padi. Setiap selesai dipanen, padi itu tumbuh lagi, lalu dipanen lagi dan tumbuh lagi. Begitu seterusnya. Melihat peristiwa yang aneh itu, Rasulullah bertanya; wahai Jibril siapa mereka itu ? Jibril menjawab : Itu adalah perumpamaan umatmu yang infaq di jalan Allah. Hal itu juga digambarkan oleh Allah dalam surat Al Baqoroh ayat 261 :
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS.Al-Baqoroh 261)
Hadirin
jama’ah jum’ah rahimakumullah
Ada suatu kejadian yang aneh yang di tampakan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW ketika Mi’roj, yaitu ada sekelompok orang yang kepalanya dilempari batu sampai pecah lantas utuh lagi. Setelah utuh dilempari batu lagi sampai pecah lalu utuh lagi, begitu seterusnya tanpa henti-hentinya. Itu gambaran orang-orang yang malas tidak mau menunaikan sholat wajib. Begitulah antara lain gambaran pahala dan siksa yang diperlihatkan oleh Allah SWT kepada Rasulullah Muhammad SAW
Ma’asyiorol muslimin rohimakumulloh
Akhir perjalanan Rasulullah sampailah beliau di Sidratul Muntaha hingga ke Mustawa. Disanalah beliau menghadap Allah dan menerima secara langsung perintah sholat lima waktu dalam sehari semalam, ibadah yang mengandung nilai-nilai ruhaniyah dan jasmaniyah bagi umatnya, baik bagi kehidupan di dunia maupun kehidupan di akhirat. Perintah sholat lima waktu yang diperintahkan secara langsung kepada beliau tanpa perantara Malaikat Jibril ini menunjukkan betapa pentingnya sholat tersebut. Berbeda dengan perintah ibadah-ibadah yang lain, biasanya disampaikan melalui perantara malaikat Jibril. Pentingnya perintah sholat ini dapat kita lihat dari pernyataan Rasulullah dalam sebuah hadits yang berbunyi :
الصلاة عماد الدين، فمن أقامها فقد أقام الدين، ومن تركها فقد هدم الدين
Artinya : “Sholat itu adalah tiang agama, barang siapa yang menunaikannya, maka sungguh ia telah menegakkan agama, dan barang siapa meniggalkannya maka sesungguhnya ia telah merobohkan agama.”
Juga dalam hadits lain beliau menyatakan :
Ada suatu kejadian yang aneh yang di tampakan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW ketika Mi’roj, yaitu ada sekelompok orang yang kepalanya dilempari batu sampai pecah lantas utuh lagi. Setelah utuh dilempari batu lagi sampai pecah lalu utuh lagi, begitu seterusnya tanpa henti-hentinya. Itu gambaran orang-orang yang malas tidak mau menunaikan sholat wajib. Begitulah antara lain gambaran pahala dan siksa yang diperlihatkan oleh Allah SWT kepada Rasulullah Muhammad SAW
Ma’asyiorol muslimin rohimakumulloh
Akhir perjalanan Rasulullah sampailah beliau di Sidratul Muntaha hingga ke Mustawa. Disanalah beliau menghadap Allah dan menerima secara langsung perintah sholat lima waktu dalam sehari semalam, ibadah yang mengandung nilai-nilai ruhaniyah dan jasmaniyah bagi umatnya, baik bagi kehidupan di dunia maupun kehidupan di akhirat. Perintah sholat lima waktu yang diperintahkan secara langsung kepada beliau tanpa perantara Malaikat Jibril ini menunjukkan betapa pentingnya sholat tersebut. Berbeda dengan perintah ibadah-ibadah yang lain, biasanya disampaikan melalui perantara malaikat Jibril. Pentingnya perintah sholat ini dapat kita lihat dari pernyataan Rasulullah dalam sebuah hadits yang berbunyi :
الصلاة عماد الدين، فمن أقامها فقد أقام الدين، ومن تركها فقد هدم الدين
Artinya : “Sholat itu adalah tiang agama, barang siapa yang menunaikannya, maka sungguh ia telah menegakkan agama, dan barang siapa meniggalkannya maka sesungguhnya ia telah merobohkan agama.”
Juga dalam hadits lain beliau menyatakan :
إن أول ما ينظر فيه من عمل العبد يوم القيامة الصلاة، فإن وجدت تامة قبلت وسائر عمله، وإن وجدت ناقصة ردت عليه وسائر عمله.
Artinya :”Sesungguhnya yang pertama kali akan dilihat dari amal seorang hamba pada hari kiamat adalah sholat. Bila ditemukan sholatnya sempurna, maka diterimalah shalatnya dan seluruh amalnya. Bila ditemui sholatnya kurang, maka ditolaklah sholatnya dan seluruh amalnya.”
Hadirin Jama’ah jum’ah rahimakumullah
Dari uraian singkat tentang Isro’ Mi’roj Rasulullah tersebut, dapat kita simpulkan bahwa peristiwa Isro’ Mi’roj Rasulullah adalah untuk memperkuat keyakinan kepada kebesaran Allah serta mempertanggung jawabkan perjuangan menegakkan agama Allah di muka bumi. Di samping itu, mengatur dan memelihara hubungan yang terus menerus antara makhluk dan Kholiqnya dalam sholat 5 waktu sehari semalam sebagai medianya yang penuh dengan nilai-nilai kesempurnaan. Akhirnya semoga dengan uraian tentang Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW.ini , iman dan taqwa kita kepada Allah semakin bertambah dan semoga kita di beri kemudahan oleh Allah SWT agar senantiasa dapat memelihara sholat lima waktu dalam sehari semalam sebagai media interaksi dan rasa syukur kita kepada Allah SWT
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ
اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآياَتِ
وَالذكْر ِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ
السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ
