ILMU MUSHOLA HADITS

Pengertian Hadits


Hadits adalah segala perkataan (sabda),dan atau perbuatan dan atau ketetapan dan atau persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama Islam. Hadits dijadikan sumber hukum dalam agama Islam selain Al-Qur'an, Ijma dan Qiyas, dimana dalam hal ini, kedudukan hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur'an.
Ada banyak ulama periwayat hadits, namun yang sering dijadikan referensi hadits-haditsnya ada tujuh ulama, yakni Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Turmudzi, Imam Ahmad, Imam Nasa'i, dan Imam Ibnu Majah.
Ada bermacam-macam hadits, seperti yang diuraikan di bawah ini.
  • Hadits yang dilihat dari banyak sedikitnya perawi
    • Hadits Mutawatir
    • Hadits Ahad
      • Hadits Shahih
      • Hadits Hasan
      • Hadits Dha'if 
  • Menurut Macam Periwayatannya
    • Hadits yang bersambung sanadnya (hadits Marfu' atau Maushul)
    • Hadits yang terputus sanadnya
      • Hadits Mu'allaq
      • Hadits Mursal
      • Hadits Mudallas
      • Hadits Munqathi
      • Hadits Mu'dhol 
  • Hadits-hadits dha'if disebabkan oleh cacat perawi
    • Hadits Maudhu'
    • Hadits Matruk
    • Hadits Mungkar
    • Hadits Mu'allal
    • Hadits Mudhthorib
    • Hadits Maqlub
    • Hadits Munqalib
    • Hadits Mudraj
    • Hadits Syadz 
  • Beberapa pengertian dalam ilmu hadits


        I. Hadits yang dilihat dari banyak atau sedikitnya Perawi
I.A. Hadits Mutawatir
Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapa sanad yang tidak mungkin sepakat untuk berdusta. Berita itu mengenai hal-hal yang dapat dicapai oleh panca indera. Dan berita itu diterima dari sejumlah orang yang semacam itu juga. Berdasarkan itu, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar suatu hadits bisa dikatakan sebagai hadits Mutawatir:
  1. Isi hadits itu harus hal-hal yang dapat dicapai oleh panca indera.
  2. Orang yang menceritakannya harus sejumlah orang yang menurut ada kebiasaan, tidak mungkin berdusta. Sifatnya Qath'iy.
  3. Pemberita-pemberita itu terdapat pada semua generasi yang sama.
     
I.B. Hadits Ahad
Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang atau lebih tetapi tidak mencapai tingkat mutawatir. Sifatnya atau tingkatannya adalah "zhonniy". Sebelumnya para ulama membagi hadits Ahad menjadi dua macam, yakni hadits Shahih dan hadits Dha'if. Namun Imam At Turmudzy kemudian membagi hadits Ahad ini menjadi tiga macam, yaitu:
I.B.1. Hadits Shahih
Menurut Ibnu Sholah, hadits shahih ialah hadits yang bersambung sanadnya. Ia diriwayatkan oleh orang yang adil lagi dhobit (kuat ingatannya) hingga akhirnya tidak syadz (tidak bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih) dan tidak mu'allal (tidak cacat). Jadi hadits Shahih itu memenuhi beberapa syarat sebagai berikut :
  1. Kandungan isinya tidak bertentangan dengan Al-Qur'an.
  2. Harus bersambung sanadnya
  3. Diriwayatkan oleh orang / perawi yang adil.
  4. Diriwayatkan oleh orang yang dhobit (kuat ingatannya)
  5. Tidak syadz (tidak bertentangan dengan hadits lain yang lebih shahih)
  6. Tidak cacat walaupun tersembunyi.

I.B.2. Hadits Hasan
Ialah hadits yang banyak sumbernya atau jalannya dan dikalangan perawinya tidak ada yang disangka dusta dan tidak syadz
 I.B.3. Hadits Dha'if
Ialah hadits yang tidak bersambung sanadnya dan diriwayatkan oleh orang yang tidak adil dan tidak dhobit, syadz dan cacat.

 
        II. Menurut Macam Periwayatannya

                     II.A. Hadits yang bersambung sanadnya
Hadits ini adalah hadits yang bersambung sanadnya hingga Nabi Muhammad SAW. Hadits ini disebut hadits Marfu' atau Maushul.
 
                    II.B. Hadits yang terputus sanadnya

II.B.1. Hadits Mu'allaq
Hadits ini disebut juga hadits yang tergantung, yaitu hadits yang permulaan sanadnya dibuang oleh seorang atau lebih hingga akhir sanadnya, yang berarti termasuk hadits dha'if.

II.B.2. Hadits Mursal
Disebut juga hadits yang dikirim yaitu hadits yang diriwayatkan oleh para tabi'in dari Nabi Muhammad SAW tanpa menyebutkan sahabat tempat menerima hadits itu.

II.B.3. Hadits Mudallas
Disebut juga hadits yang disembunyikan cacatnya. Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh sanad yang memberikan kesan seolah-olah tidak ada cacatnya, padahal sebenarnya ada, baik dalam sanad ataupun pada gurunya. Jadi hadits Mudallas ini ialah hadits yang ditutup-tutupi kelemahan sanadnya
.
II.B.4. Hadits Munqathi
Disebut juga hadits yang terputus yaitu hadits yang gugur atau hilang seorang atau dua orang perawi selain sahabat dan tabi'in.

II.B.5. Hadits Mu'dhol
Disebut juga hadits yang terputus sanadnya yaitu hadits yang diriwayatkan oleh para tabi'it dan tabi'in dari Nabi Muhammad SAW atau dari Sahabat tanpa menyebutkan tabi'in yang menjadi sanadnya. Kesemuanya itu dinilai dari ciri hadits Shahih tersebut di atas adalah termasuk hadits-hadits dha'if.
 
        III. Hadits-hadits dha'if disebabkan oleh cacat perawi

III.A. Hadits Maudhu'
Yang berarti yang dilarang, yaitu hadits dalam sanadnya terdapat perawi yang berdusta atau dituduh dusta. Jadi hadits itu adalah hasil karangannya sendiri bahkan tidak pantas disebut hadits
.
III.B. Hadits Matruk
Yang berarti hadits yang ditinggalkan, yaitu hadits yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi saja sedangkan perawi itu dituduh berdusta.

III.C. Hadits Mungkar
Yaitu hadits yang hanya diriwayatkan oleh seorang perawi yang lemah yang bertentangan dengan hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang terpercaya / jujur.

III.D. Hadits Mu'allal
Artinya hadits yang dinilai sakit atau cacat yaitu hadits yang didalamnya terdapat cacat yang tersembunyi. Menurut Ibnu Hajar Al Atsqalani bahwa hadis Mu'allal ialah hadits yang nampaknya baik tetapi setelah diselidiki ternyata ada cacatnya. Hadits ini biasa disebut juga dengan hadits Ma'lul (yang dicacati) atau disebut juga hadits Mu'tal (hadits sakit atau cacat)
.
III.E. Hadits Mudhthorib
Artinya hadits yang kacau yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi dari beberapa sanad dengan matan (isi) kacau atau tidak sama dan kontradiksi dengan yang dikompromikan.

III.F. Hadits Maqlub
Artinya hadits yang terbalik yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang dalamnya tertukar dengan mendahulukan yang belakang atau sebaliknya baik berupa sanad (silsilah) maupun matan (isi).

III.G. Hadits Munqalib
Yaitu hadits yang terbalik sebagian lafalnya hingga pengertiannya berubah.

III.H. Hadits Mudraj
Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi yang didalamnya terdapat tambahan yang bukan hadits, baik keterangan tambahan dari perawi sendiri atau lainnya.

III.I. Hadits Syadz
Hadits yang jarang yaitu hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah (terpercaya) yang bertentangan dengan hadits lain yang diriwayatkan dari perawi-perawi (periwayat / pembawa) yang terpercaya pula. Demikian menurut sebagian ulama Hijaz sehingga hadits syadz jarang dihapal ulama hadits. Sedang yang banyak dihapal ulama hadits disebut juga hadits Mahfudz.
 
        
          IV. Beberapa pengertian (istilah) dalam ilmu hadits

IV.A. Muttafaq 'Alaih
Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sumber sahabat yang sama, atau dikenal juga dengan Hadits Bukhari - Muslim.

IV.B. As Sab'ah
As Sab'ah berarti tujuh perawi, yaitu:
  1. Imam Ahmad
  2. Imam Bukhari
  3. Imam Muslim
  4. Imam Abu Daud
  5. Imam Tirmidzi
  6. Imam Nasa'i
  7. Imam Ibnu Majah
IV.C. As Sittah
Yaitu enam perawi yang tersebut pada As Sab'ah, kecuali Imam Ahmad bin Hanbal.

IV.D. Al Khamsah
Yaitu lima perawi yang tersebut pada As Sab'ah, kecuali Imam Bukhari dan Imam Muslim.

IV.E. Al Arba'ah
Yaitu empat perawi yang tersebut pada As Sab'ah, kecuali Imam Ahmad, Imam Bukhari dan Imam Muslim
.
IV.F. Ats tsalatsah
Yaitu tiga perawi yang tersebut pada As Sab'ah, kecuali Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim dan Ibnu Majah.

IV.G. Perawi
Yaitu orang yang meriwayatkan hadits.


IV.H. Sanad
Sanad berarti sandaran yaitu jalan matan dari Nabi Muhammad SAW sampai kepada orang yang mengeluarkan (mukhrij) hadits itu atau mudawwin (orang yang menghimpun atau membukukan) hadits. Sanad biasa disebut juga dengan Isnad berarti penyandaran. Pada dasarnya orang atau ulama yang menjadi sanad hadits itu adalah perawi juga.


IV.I. Matan
Matan ialah isi hadits baik berupa sabda Nabi Muhammad SAW, maupun berupa perbuatan Nabi Muhammad SAW yang diceritakan oleh sahabat atau berupa taqrirnya.

Related Posts:

MENYAMBUT DATANGNYA BULAN SUCI RAMADHAN

 
MENYAMBUT DATANGNYA  BULAN MULIA

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 
                                                               
الحمد لله الذي جعل رمضان مفتاحا لطريق الهدى والسعادة اشهد ان لااله الا الله وحده لاشريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله  اللهم صل وسلم على سيدنا محمد خاتم النبين والمرسلين وعلى اله واصحابه والتابعين ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين  اما بعد فيا عباد الله اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون قال الله تعالى فى كتابه الكريم اعوذ بالله من الشيطان الرجيم  يا ايها الذين امنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون                                                                                  
Hadirin jama’ah jum’ah rahimakumullah
Melalui mimbar khutbah pada kesempatan hari ini ,saya berwasiat khususnya pada diri saya sendiri dan kepada saudara-saudara kaum muslimin jama’ah jum’ah sekalian,marilah kita senantiasa berusaha lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT ketaqwan dan kimanan itu kita wujudkan dengan melaksanakan segala perintah-perintah-Nya dan meningalkan juga menjauhi  semua larangan-larangan-Nya ,serta meningkatkan kehati-hatian kita di dalam menjalani kehidupan ini agar tidak mudah terjerumus pada prilaku yang di larang  oleh agama dengan begitu ,mudah-mudahan kita termasuk golongan orang-orang yang bertaqwa,beruntung ,bahagia di dunia dan di akhirat
Hadirin jama’ah jum’ah rahimakumullah
Puasa adalah  ibadah yang merupakan realisasi dari pemenuhan kewajiban manusia sebagai makhluk terhadap  Allah sebagai sang pencipta ,dan puasa juga berguna sebagai media pengendali ,yang berfungsi untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan yang ada pada setiap individu.
Di dalam  kehidupan ini  ,manusia mutlak membutuhkan kontrol demi terciptanya keseimbangan dalam hidupnya baik  kaitanya dengan  personal maupun sebagai makhuk sosial di masyarakat  untuk itulah di perlukan media yang dapat membentuk karakteristik itu,agar kontrol yang di maksud  dapat menumbuhkan keseimbangan pada diri manusia sebagai makhluk yang mulia , Kontrol tersebut pada manusia terfokus pada hal-hal yang berhubungan dengan perut dan organ reproduksi (farji),ketika keduanya tidak bisa di kendalikan karena dorongan nafsu ,maka jati diri sebagai manusia akan hilang dari sinilah maka sangat tepat jika islam mensyariatkan puasa sebagai media pengendali ,agar citra kemulianya terus naik ketingkat yang paling tinggi yaitu muttaqin
Hadirin jama’ah jum’ah rahimakumullah
Menyongsong datangnya bulan Ramadhan yang mulia hendaknya kita benar-benar mempersiapkan mental spiritual juga matrial terutama pengetahuan tentang puasa .hal ini menjadi sangat penting  sebagai bekal agar puasa yang kita laksanakan benar-benar berkualitas sesuai dengan arah tujuanya sehingga benar-benar menambah kedekatan hubungan kita dengan Allah SWT,dan mendapatkan predikat sebagai orang yang bertaqwa  sebagaimana telah di sebutkan dalam Al –Qur’an,bahwa puasa di wajibkan atas semua orang-orang  yang beriman agar menjadi insan yang bertaqwa
Allah SWT berfirman 
يا ايها الذين امنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون                                                           
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,(QS Al-Baqoroh 183)
Dalam ayat tersebut jelaslah bagi kita bahwa target pencapaian utama ibadah puasa iyalah ketaqwaan ,oleh sebab itu puasa yang kita lakukan seharusnya benar-benar dapat mengisi rohani kita dan membawa pengaruh positif secara batiniyah yang merefleksikan prilaku positif secara lahiriyah baik dalam bentuk ibadah  ritual maupun yang bersifat sosial .
Hadirin jama’ah jum’ah rahimakumullah
Kedatanagan bulan mulia yang penuh dengan rahmat ampunan dan pembebasan dari neraka ini,marilah kita sambut dengan riang gembira untuk memperbanyak amal ibadah membersihkan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT .Nabi SAW bersabda:
من فرح بدخول رمضان حرٌم الله جسده على النيران                                                           
 Artinya
Barang siapa yang bergembira atas kedatangan bulan Ramadhan maka Allah mengharamkan jasadnya masuk neraka
Memperhatikan hadits tersebut marilah kita sambut dengan gembira kedatangan bulan yang penuh berkah yaitu bulan suci Ramadhan yang di gambarkan oleh Rosulullah sebagai bulan yang penuh rahmat pengampunan dan pembebasan dari api neraka .juga merupakan kesempatan emas yang di berikan kepada manusia untuk memasuki pintu-pintu surga yang di buka lebar lebar maksud pintu-pintu surga di buka lebar lebar adalah rahamt Allah di bulan Ramadhan di buka seluas luasnya ,sementara pintu neraka di tutup rapar-rapat,dan setan-setanpun di belenggu  di sebabkan datangnya bulan mulia yaitu bulan Ramadhan kita pun seyogyanya melakukan persiapan persiapan secara optimal agar kita dapat memanfaatkan bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini dengan penuh semangat 
.
Hadirin jama’ah jum’ah rahimakumullah
Kemuliaan dan keutamaan bulan Ramadhan itu karna dalam bulan Ramadhan itu Al-Qur’an di turunkan ,sehingga pada malam turunya Al-Qur’an memiliki nilai keutamaan yang luar biasa besarnya yang lebih di kenal dengan istilah malam seribu bulan (lailatul qodar) sebagaimana di terangkan dalam surat Al-Qodar ayat 97 .di samping itu pelipat gandaan pahala kebaikan di bulan Ramadhan juga dapat di ketahuai dari sabda Rosulallah SAW
ليس من عبد يصلى فى ليلة من شهر رمضان الاٌ كتب الله له بكل ركعة الفا وخمسمائة حسنة وبنى له بيتا فى الجنة من يقوتة حمراء لها سبعون الف باب منها مصراعان من ذهب وله بكل سجدة شجرة يسير الراكب فى ظلها مائة عام                                                                    
artinya
tiadalah seorang hamba yang melaksanakan shalat pada suatu malam di bulan Ramadhan.kecuali Allah tetapkan baginya untuk setiap raka’at seribu lima ratus kebajikan dan Allah membuatkan untuknya di surga sebuah rumah dari intan berlian merah yang berpintu sebanyak tujuh puluh ribu, pada setiap pintu tedapat dua daun pintu dari emas dan untuk setiap kali sujudnya di berikan sebuah pohon yang meneduhi pengendara selama seratus tahun perjalanan 
dari keterangan hadits tersebut di atas ,kiranya cukup bagi kita sebagai pendorong untuk benar-benar mempersiapkan diri dan mengugah semangat untuk memperbanyak melaksanakan ibadah kita di setiap detiknya dengan kebaktian dan kesalehan baik yang berdimensi ritual mahdhah (murni) maupun yang berdimensi sosial dengan semangat dan berorentasi sepenuhnya untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah SWT.agar kita benar-benar dapat meraih derajat taqwa sebagaimana yang menjadi tujuan utama ibadah puasa .
Hadirin jama’ah jum’ah rahimakumullah
Di dalam pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan kita harus memperhatikan ketentuan- ketentuan syar’i ,berkaitan dengan hal-hal yang membatalkan puasa .secara lahiriyah seperti kita meningalkan makan dan minum serta hal-hal lain yang membatalkan pahala puasa secara syar’i ,sementara secara mental ,kita juga menghindari segala sesuatu yang dapat berakibat buruk pada batin kita ,baik itu yang berhubungan dengan mulut,mata telinga ,dan seluruh anggota tubuh yang lain ,bahkan lebih jauh lagi ,kita  jaga hati jangan sampai tergerak ke arah yang negatif .
Dalam tingkatan pelaksanan ibadah puasa imam Al-Ghazali mengemukakan di dalam kitab ihya ulumuddin ,bahwa orang yang melaksanakan ibadah puasa itu dapat di kualifikasikan menjadi tiga kelompok tingkatan ,pertama “shaumul umum”yaitu puasanya kebanyakan orang ,yang hanya menahan perut dan organ biologis dari keinginan-keinginan secara lahiriyah yang membatalkan puasa .kedua ,”shaumul khusus”yaitu puasa orang-orang khusus yang terbilang sudah lebih  tinggi dari tingkatan pertama ,karena di samping meningalkan hal-hal yang membatalkan puasa juga telah dapat menahan diri dari perbuatan dosa ,ketiga “shaumul khususul khusus” yaitu puasanya orang-orang pilihan yang paling istimewa ,karna puasa mereka sampai pada tingkatan gerak hatinya pun tiada lain selalu mengingat dan menyebut-yebut Allah SWT semata.
Hadirin jama’ah jum’ah rahimakumullah
Manakala seseorang telah dapat melakukan pendekatan melalui ibadah puasa secara fungsional ,setidaknya pada tingkatan yang kedua (shaumul khusus) utamanya pada tingkatan yang ketiga ,tidak hanya secara formalitas saja (shaumul umum)  tentu kita akan menjadi orang yang bertaqwa dan benar-benar dekat dengan Allah SWT ketika seseorang menjadi dekat dengan Allah maka apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan insyaa Allah akan terkabulkan
Rosulullah SAW  bersabda:
ثلاث لا ترد دعوتهم الصا ئم حتى يفطر والامام العادل ودعوةالمظلوم                      
    
Artinya
Tiga golongan yang tidak di tolak do’anya yaitu : orang yang berpuasa sampai ia berbuka ,pemimpin yang adil ,doa orang yang tertidas (di zalimi).
Tetapi sebaliknya ,bila puasa yang kita laksanakan sebatas formalitas secara fisik belaka tanpa menyentuh esensi fungsionalnya ,maka tentu saja tidak dapat mempengaruhi kondisi batiniyah dan belum bisa mengantarkan kepada derajat ketaqwaan ,karenanya Rosulullah SAW bersabda:
رب صائم ليس له من صيامه الا جوع ورب قائم ليس له من قيامه الا السهر               
Artinya :
Banyak orang yang berpuasa ,tetapi ia tidak memperoleh apa-apa dari puasanya selain rasa lapar ,dan banyak orang yang bangun tengah malam yang tidak memperoleh apa-apa selain berjaga (tidak tidur)
Hadirin jama’ah jum’ah rahimakumullah
Marilah kita manfa’atkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya dengan penuh semangat untuk meraih kejayaan di akhirat ,sebelum bulan yang mulia ini berlalu meningalkan kita ,karna tahun depan belum tentu kita dapat bertemu dengan bulan yang mulia ini lagi,dan karna begitu mulianya bulan Ramadhan ini  ,hingga Rosulullah SAW  mengambarkan seandainya manusia  mengerti keutamaan yang Allah SWT letakan pada bulan Ramadhan ini niscaya mereka akan mengharapakan setiap bulan dalam setiap tahunnya di jadikan menjadi bulan Ramadhan semua ,sebagaiman sabdanya 
لو يعلم الناس ما فى رمضان من الخير لتمنت امتى ان يكون رمضان السنة كلها ولو اذن الله للسماوات والارض ان تتكلما لشهدتا صام رمضان بالجنة                                
Artinya
Seandainya manusia mengetahui nilai kebaikan yang terdapat di bulan Ramadhan niscaya umatku berharap agar Ramadhan itu menjadi satu tahun penuh ,dan seandainya Allah member izin kepada langit dan bumi untuk berbicara ,nisaya keduanya bersaksi untuk orang yang berpuasa Ramadhan dengan mendapatkan surga
Hadirin jama’ah jum’ah rahimakumullah
Pada akhinya  harapan kita .mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan hidayah-Nya kepada kita .sehingga mampu menunaikan ibadah puasa Ramadhan dengan sebaik-baiknya,dan dapat memanfaatkan setiap detik di bulan yang mulia ini dengan amal kebajikan dan dapat memperoleh predikat muttaqin yaitu orang-orang yang mendapatkan jaminan selamat dan bahagia di dunia dan akhirat
بارك الله لى ولكم فى القران العظيم  ونفعني واياكم بما فيه من الايات وذكرالحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم واستغفروه انه هوالغفورالرحيم                                                                                             

Related Posts:

CINTA 5 PERKARA DAN LUPA 5 PERKARA



                                 
Hamba Allah 13 mei 2016 

Ma’asirol Muslimin jama’ah jum’ah ahimakumullah
Segala puji dan rasa syukur kepada  Allah SWT  tuhan penguasa dan pemilik seluruh alam semesta yang senantiasa mencurahkan rahmat taufiq dan hidayah-Nya kepada kita ,sehingga masih di beri-Nya kesempatan hidup hingga saat ini untuk dapat terus memperbaiki kualitas iman dan taqwa  dan penghambaan kita kepada Allah SWT
Sholawat dan salam semogga senantiasa di limpah curahkan kepada panutan kita baginda Nabi Muhammad SAW juga kepada keluarganya dan para sahabat-sahabatnya  dan juga orang-orang yang mengikuti dan mengamalkan petunjuk-petunjuknya hingga yaumil qiyamah .

Related Posts:

HIKMAH DARI PERISTIWA ISRO WA MI'ROJ




Peristiwa isro wa mi’oj
oleh Hamba Allah jum’at 06 mei 2016


Ma’assirol muslimin jama’ah  jum’ah rohimakumullah
Marilah kita senantiasa meningkatkan taqwa kepada Allah SWT., yakni dengan menjalankan segala perintah-Nya dan juga menjahui segala larangan- larangan-Nya. Menjalankan perintah Allah baik yang bersifat wajib meupun yang bersifat sunnah. Menjauhi  larangan- larangan-Nya baik yang bersifat haram atau yang makruh merupakan cermin kesempurnaan iman seseorang. Karena iman itu disamping harus tertanam dalam hati, diucapkan dengan lisan juga harus dibuktikan dengan amal perbuatan. Semoga kita tergolong orang-orang yang selamat dan bahagia hidupnya baik di dunia maupun di akhirat.

Related Posts:

KONDISI UMAT NABI SAW DI HARI KIAMAT





         
12  GOLONGAN MANUSIA KETIKA DI BANGKITKAN DARI KUBURNYA
Dari Mu’adz bin jabal bahwa dia pernah bertanya kepada Nabi SAW .”ya Rasul Allah beritahukanlah kepadaku tentang firman Allah ta’ala   
يَوْمَ يُنْفَخُ فىِ الصُّوْرِفَتَأْتُوْنَ اَفْوَاجًا                                                               
 (pada hari di tiup sangkakala  lalu kamu datang berkelompok-kelompok )
mendengar pertanyaan Mu’adz bin jabal  maka menangislah Nabi SAW sampai sampai pakaian beliau menjadi basah oleh air mata, lalu beliau berkata  Hai Mu’adz kamu telah bertanya kepadaku tentang perkara yang besar di mana umatku  kelak di hari kiamat akan di kumpulkan dalam 12 golongan  ketika di bangkitkan dari kuburnya.

Related Posts:

PERBEDAAN ANTARA BLOGSPOT VS WORDPRESS




                                             Perbedaan antara Blogspot dan WordPress

Ada banyak sekali item yang bisa kita bahas jika tujuannya hanya untuk membandingkan antara blogger dengan WordPress, mulai dari artikel, komentar, widget, SEO, dan lain sebagainya. Pilihan anda sudah tentu tergantung pada spesifikasi apa yang diinginkan. Jika mau yang simple sudah pasti pilih si blogspot, tapi jika maunya yang lebih keren dengan banyak variasi maka WordPress lah jawabannya. Nah berikut detailnya: 

Related Posts: