MENJAGA
AMANAT
Jum’at
30 april 2015 Hamba Allah
إن الحمد
لله نحمده و نستعينه و نستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من
يهده الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا
شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الذي
لا نبي بعده، اللهم صل وسلم وبارك على حبيبك ونبينا محمد صلى الله عليه وسلم وعلى
آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.
فيا عباد
الله أوصيكم ونفسي بتقوى الله وطاعته فقد فاز المتقون : قال الله تعالى فى كتابه
الكريم:يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا
تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ
لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ
وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً
Maasyirol muslimiin jama’ah jum’at rahimakumullah
Alhamdulillah segala puji dan syukur kepada Allah tuhan seluruh alam yang senantiasa mencurahkan
rahmat taufiq dan hidayah-Nya kepada kita sehingga kita masih di beri karunia sehat dan hidup dalam keadaan iman
dan islam dan dapat menunaikan perintah Allah yaitu ibadah sholat jum’ah secara berjama’ah.sholawat
dan salam semogga senantiasa di curahkan kepada
baginda rosulullah Muhammad Saw juga
kepada keluarganya sahabat sahabatnya
juga para pengikutnya hingga yaumil qiyamah
Hadiriin jama’ah sholat jum’at
rahimakumullah
Pada kesempatan khutbah kali ini khotib berwasiat pada diri khotib
,dan mengajak kepada saudara saudara
sekalian kaum muslimin untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah Swt dengan cara kita mau memahami dan mengamalkan
perintah perintah Allah juga
menjauhi dan meningalkan semua larangan larangan Allah baik di
ketika kita berada di tengah keramaiyan ataupun takala kita seorang diri berada di kesunyian ,dan
hendaklah diri kita berupaya merasa selalu di awasi oleh Allah Swt sehinga diri kita memiliki rasa malu dan rasa takut
kepada Allah apabila
kita berbuat dosa ataupun maksiat .dan
hendaknya setiap amal amal ibadah yang kita kerjakan kita niatkan hanya untuk
memperoleh ridho Allah Swt
Maasyirol muslimin jama’ah juma’h
rahimakumullah
Diantara bentuk ketaqwaan seorang
hamba kepada Allah adalah
dengan menjalankan dan menjaga amanah,baik amanah itu berkaitan dengan
kewajiban kepada Allah ,seperti
sholat puasa zakat berhaji dan lain lain,maupun yang berkaitan dengan kewajiban
kepada sesama manusia . karena itulah perlu kita ketahui bahwa amanah itu
sangat luas cakupanya dan amanah yang di
emban tiap tiap orang tidak mesti selalu sama dengan yang lainya . semakin
banyak atau semakin luas lingkup kekuasaan atau pengaruh dan kapasitas seseorang ,maka otomatis semakin besar pula
tangung jawabnya . seorang bupati tentu tangung
jawabnya lebih besar dari pada kepala desa demikian pula seorang presiden sebagai
kepala Negara tentu lebih besar dan lebih berat tangung jawabnya dari pada
seorang gubernur demikian pula setiap diri kita yaitu setiap individu yang
telah aqil baligh yang berakal sehat memilki tangung jawab sesuai dengan
kapasitasnya masing masing .yang semuanya kelak pasti akan di mintai pertangung
jawabanya oleh Allah Swt di yaumil qiyamah
كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته
Setiap dari kalian adalah pemimpin dan setiap
dari kalian akan dimintai tanggung jawabannya mengenai yang di pimpinya
Dan Mengenai amanah ini Allah
pernah menawarkan amanah kepada adam As dan beliau menyangupinya dengan segala manfa’at dan resikonya.sebagaiman
keterangan dalam hadist qudsi yang riwayatkan
ibnu abas dari nabi Saw Allah berfiraman
يَا اٰدَمُ اِنّٖى عَرَضْتُ الْاَمَانَةَ عَلَى السَّمٰوٰاتِ وَ
الْأَرْضِ، فَلَمْ تُطِقْهَا. فَهَلْ اَنْتَ حَامِلُهَا
بِمَا فِيْهَا
Wahai
Adam Sesungguhnya Aku telah
menawarkan amanah kepada langit dan bumi, namun mereka tidak merasa kuat
memikulnya Apakah kamu sanggup memikul dengan segala akibatnya
قال وما لى فيها
Adam berkata Apa yang akan saya
dapatkan di dalam mengemban amanah itu
قَالَ اِنْ حَمَلْتَهَا اُجِرْتَ وَ اِنْ ضَيَّعْتَهَا عُذِّبْت
Allah menerangkan
Jika kamu sanggup memikulnya,
kamu akan diberi pahala (yaitu surga dan segala kenikmatanya dan kekal di dalamnya) tetapi jika kamu
menyia-nyiakannya, kamu akan disiksa
فَقَالَ، قَدْ حَمَلْتُهَا بِمَا فٖيهَا
Adam berkata Baiklah saya pasti dapat memikul amanah itu
dengan segala
Akibatnya .Kejadian tersebut juga di abadikan dalam Al Qur’an
$¯RÎ) $oYôÊttã sptR$tBF{$# n?tã ÏNºuq»uK¡¡9$# ÇÚöF{$#ur ÉA$t6Éfø9$#ur ú÷üt/r'sù br& $pks]ù=ÏJøts z`ø)xÿô©r&ur $pk÷]ÏB $ygn=uHxqur ß`»|¡RM}$# ( ¼çm¯RÎ) tb%x. $YBqè=sß Zwqßgy_
Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan
gunung gunung .Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka
khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia.
Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan Amat bodoh (QS . Al-ahzab 72)
Di
dalam ayat tersebut dapat di ketahui bahwa makhluk-makhluk Allah yang sangat besar tidak bersedia menerima
amanah yang ditawarkan kepada mereka. Yaitu amanah yang berupa menjalankan
syariat syariat agama Allah Mereka enggan untuk menerima amanah tersebut
bukan karena ingin menyelisihi Allah Bukan pula karena mereka tidak berharap
balasan pahala dari Allah Akan tetapi mereka menyadari betapa beratnya
memikul amanah. Sehingga mereka khawatir akan menyelisihi amanah yang berakibat
akan terkena siksa yang sangat berat
dari Allah namun manusia dengan berbagai kelemahannya dan kelebihanya,
memilih untuk menerima amanah dari Allah Swt sebab manusia akan di mulyakan semulya mulyanya oleh Allah karna
menjaga dan memelihara amanah amanah-Nya
dan akan di rendahkan bila khiyanat
atau tidak menjaga dan memelihara amanah amanah-Nya
Hadirin jama’ah jumat
rahimakumullah
Amanah memilki arti kepecayaan atau titipan berupa benda atau suatu perintah atau larangan yang tidak
boleh di langar yang harus dijaga dan di lestarikan oleh penerimanya oleh sebab
itu pula Semua nikmat nikmat yang Allah berikan kepada umat manusia hakikatnya
merupakan titipan atau amanah yang harus di jaga dan dimanfaatkan dengan baik
dan benar sesuai dengan kehendak sang pemberi nikmat yakni Allah Swt yaitu
untuk beribadah kepada-Nya sedangkan
manusia yang zalim dan bodoh adalah manusia yang mengingkari yang menyia-nyiakan
amanah yang dia telah ketahui itu amanah
dan telah di sangupinya kemudian tidak diamalkan dengan Selayaknya dan perlu kita sadari pula bahwa semua nikmat nikmat Allah tersebut
sesunguhnya merupakan modal untuk meraih kebahagian yang sejati yaitu
kebahagian di akhirat seperti nikmat umur,
nikmat kesehatan,kekayaan berupa harta benda dan bahkan seluruh organ yang ada
pada tubuh manusia adalah amanah yang harus di pertanggungjawabkan pengunaanya
semasa hidup di dunia di hadapan Allah kelak di yaumil qiyamah . Sebagaimana yang
dijelaskan di dalam Al-Qur’an:
¨bÎ) yìôJ¡¡9$# u|Çt7ø9$#ur y#xsàÿø9$#ur @ä. y7Í´¯»s9'ré& tb%x. çm÷Ytã Zwqä«ó¡tB
Sesungguhnya
pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan
jawabnya (QS.Al-isro 36)
Nabi Muhammad Saw adalah sosok manusia yang sangat amanah,sangat jujur yang selaras
antara hati ucapan dan tidakanya yang tidak memiliki sifat khianat
sedikitpun,sehingga siapapun yang berbsnis berniaga ataupun bermuamalah dengan
beliau merasa aman dan nyaman,tidak
memilki kekuatiran akan di tipu di perdaya ataupun di hianati muamalahnya
Hadirin
jama’ah jum’ah rahimakumullah
Amanah adalah sifat dan sikap yang wajib dimiliki oleh setiap
muslim karena tidak ada iman tanpa amanah dan tidak ada agama bagi orang yang
tidak menepati janjinya sebagaimana
sabda nabi Saw
لا ايما ن لمن لا امانة له ولا دين لمن لا عهد له رواه احمد
Tidak ada iman bagi orang yang tidk dapat dipercaya dan tidak
beragama bagi orang yang tidak menepati
janjinya
Hadirin jama’ah jum’ah rahimakumullah
dan Pada dasarnya, seluruh hidup kita selama di dunia ini
sebenarnya adalah merupakan amanah dan juga merupakan ujian yang akan dimintai tanggung
jawabanya kelak di akhirat. Sehingga jagan sampai kita merugi dan celaka di dunia dan celaka akhirat di
sebabakan kita tidak mau memahami dan menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya.dan bagi siapa saja yang
mampu mengemban dan memelihara amanah Allah mereka itulah yang benar
imannya yang di jamin oleh Allah Swt menjadi menghuni surga firdaus yang dalamnya
penuh dengan segala kenikmatan
dan hidup kekal abadi di dalamnya.
tûïÏ%©!$#ur öNèd öNÎgÏF»oY»tBL{ öNÏdÏôgtãur tbqããºu
dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat
(yang dipikulnya) dan memelihara janjinya.
tûïÏ%©!$#ur ö/ãf 4n?tã öNÍkÌEºuqn=|¹ tbqÝàÏù$ptä
dan
orang-orang yang memelihara sholat sholatnya
y7Í´¯»s9'ré& ãNèd tbqèOͺuqø9$
Mereka Itulah orang-orang yang akan
dapat mewaris
úïÏ%©!$# tbqèOÌt }¨÷ryöÏÿø9$# öNèd $pkÏù tbrà$Î#»yz
Yaitu orang orang yang akan mewarisi syurga
Firdaus. mereka kekal di dalamnya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ
وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ
اْلآياَتِ وَالذكْر ِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ
إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ
اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ
اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ
وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى
اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ
وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.
اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ
اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ
اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ
بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ
النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ
وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ
وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى ىيَوْمِ
الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْياءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْياءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ
اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ
وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ
وَانْصُر مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ
اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ
عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ
وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً
وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا
عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا
وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ
يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ
اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ
يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَر
